Music

Geliat Saparua Sebagai Wadah Ekspresi Kancah Cadas Bandung

Geliat Saparua Sebagai Wadah Ekspresi Kancah Cadas Bandung
Geliat Saparua Sebagai Wadah Ekspresi Kancah Cadas Bandung
Geliat Saparua Sebagai Wadah Ekspresi Kancah Cadas Bandung

Tahukah lo kalau di kota Bandung ada satu area yang punya banyak cerita tentang skena musik keras, nama daerah tersebut adalah Saparua. Tepatnya di Gedung Saparua, tempat ini bukan sekedar bangunan biasa. Tempat bersejarah ini ternyata sakral banget buat komunitas musik underground Bandung era 90an.

Gedung yang bisa menampung sebanyak sampai 5000 orang ini, dulunya sering dijadikan sebagai venue musik rock dan metal sejak tahun 1970 sampai akhir 1990. Ada cerita menarik dibaliknya yang bikin rispek dan wajib diketahui oleh generasi seterusnya.

Tujuan Utama Buat Yang Mau Meneriakkan Karyanya

Gimana gak ikonik, di era emasnya dulu Saparua bisa dibilang gak pernah ‘tidur’ - karena hampir setiap satu atau dua minggu sekali berbagai band konsisten manggung di sini. Acara musik berskala besar sering sekali diadakan di Saparua. Beragam aksi panggung band bergenre cadas juga bisa ditemukan di sini, mulai dari rock, metal, hardcore, grindcore, punk, ska, dan gothic.

Bagian dari Kehidupan Musisi dan Pecinta Musik Underground

Lebih dari sekedar tempat manggung, Saparua ibaratnya sebuah hub. Lo banyak ketemu orang baru, jalin networking, saling nyuarain kesedihan dan rasa seneng bareng-bareng. Tempat ini mengajari banyak hal dan menjadi bagian kehidupan buat musisi yang lahir dari sini. Terbukti berdampak besar bagi komunitasnya, karena berbagai band yang gaungnya terdengar sampai luar negeri, sebutkan nama band metal terbaik saat ini pasti banyak yang memulainya dari Saparua.

Tempat Lahirnya Solidaritas yang Gak Bakal Runtuh

Dari satu kesukaan, turun ke kebersamaan. Passion dan komunitas adalah nomor satu dan sisanya bisa ngikut. Hal itulah yang menjadi orientasi dasar pergerakan musik independent kala itu. Bisa lo bayangin, ngeband bareng temen atau datang ke konser musik memang atas ‘panggilan hati’. Terus, lo ketemu beragam orang dengan interest dan value yang sama. Saling bagi-bagi referensi musik dan bahkan dapat network baru buat bikin band. Kebayang bagaimana eratnya hubungan antar musisi, musisi dengan penonton, dan sesama penonton. Kebersamaan inilah yang menjadi awal dari perkembangan musik cadas dan independen yang melegenda di Bandung dan Indonesia.

Begitulah sedikit dari cerita Saparua, sang saksi bisu kebersamaan anak rock dan metal di Bandung. Mungkin sekarang, tempat ini sudah bukan wadahnya para penggiat dan penikmat musik cadas buat berekspresi. Tapi, legenda dan memori manis bakal terus terkenang dan diturunkan oleh komunitasnya.

Dapetin experience mantap lainnya disini!